jenis rem sepeda
parktool.com

Inilah Jenis Rem Sepeda yang Sering Kita Jumpai

Posted on

Inilah Jenis Rem Sepeda yang Sering Kita Jumpai. Halo sobat goweser, salam jumpa lagi di gowespedia.com. Nah kali ini kita akan membahas tentang salah satu bagian penting dari sepeda. Yak, kita akan membahas mengenai rem sepeda. Rem pada sepeda berfungsi sebagai perangkat yang berguna untuk mengurangi kecepatan sepeda. Oleh karena itu, perangkat ini sangat penting terutama dalam handling dan tentunya keselamatan saat bersepeda.

Ada berbagai macam jenis rem sepeda yang ada di dunia ini.  Banyaknya jenis rem ini dikarenakan perbedaan fungsi sepeda. Selain itu, perkembangan teknologi juga membuat variasi rem menjadi semakin banyak. Nah, apa saja sih jenis rem sepeda yang biasa dipasang pada sepeda? Yuk kita simak artikelnya.

Pembagian Jenis Rem Sepeda

Secara umum, rem sepeda dibagi menjadi 3 jenis. Pembagian ini didasarkan pada cara kerja rem untuk mengurangi kecepatan llaju sepeda. Adapun pembagiannya meliputi :

Rim Brakes

Pada rem sepeda jenis ini, rem bekerja dengan memanfaatkan rims / velg sepeda. Seperti kita ketahui, bahwa rims akan berputar pada saat sepeda bergerak. Nah, rem jenis ini akan memperlambar laju sepeda dengan cara menjepit rims dengan brake pad. Adapun brakepad sendiri merupakan perangkat yang biasanya terbuat dari karet.

Ada beberapa jenis rem sepeda yang menggunakan system rim brakes ini. Lazimnya rim brakes banyak kita temui pada sepeda yang digunakan pada jalan raya atau on road. Rem jenis ini juga banyak dipasang pada sepeda- sepeda kelaw low end.

Keuntungan dari rem jenis ini adalah lebih ekonomis dan simpel. Karena kita memanfaatkan part yang pada dasarnya sudah ada pada sepeda, yaitu rim / velg sepeda. Sehingga kita hanya perlu menambahkan perangkat untuk memperlambat putaran rim saja. Selain itu, bobotnya juga ringan karena hanya ditambah perangkat penjepitnya saja. Rem ini juga pakem karena langsung menggesek rim yang memiliki diameter yang besar sehingga gaya geseknya juga semakin besar.

Namun, jenis rem sepeda ini juga memiliki kelemahan diantaranya mengikis rim sepeda. Karena rim sepeda digesek, maka lambat laun rim akan menjadi tipis dan otomatis harus diganti. Memang rim yang khusus untuk rim brake ini biasanya pada bagian yang bergesekan dengan brakepad dibuat lebih tebal dan kuat. Namun karena sering bergesekan tentu lambat laun akan terkikis juga dan harus diganti. Mengganti rim pada kasus tertentu dapat menjadi kendala tersendiri. Pada wheelset high end misalnya. Biasanya harga rim nya juga mahal dan itupun kalau rim nya dijual terpisah. Jika tidak, maka mau tidak mau harus ganti wheelsetnya.

Selain itu, rim brakes juga memiliki kelemahan saat permukaan rim basah atau kotor. Saat basah atau kotor, gaya gesek antara rim dengan brakepad akan berkurang yang membuat rem tidak efektif. Oleh karena itu, saat ini rim brake jarang digunakan pada sepeda off road yang rim nya sering kotor karena lumpur atau air.

Jenis Rem Sepeda yang Termasuk Rim Brake

Berikut ini beberapa rem sepeda yang termasuk rim brake yang sering kita temui sehari – hari

Rod Brake.

jenis rem sepeda
Contoh rod brakes pada sepeda ontel, gambar : xframe.wordpress.com

Rem jenis ini paling sering kita temui pada sepeda kumbang / onthel. Rem ini tidak menggunakan kabel untuk menghubungkan handle rem dengan perangkat remnya. Perangkat penghubungnya berupa batang besi, oleh karena itu disebut rod brake. Pada rem ini, bagian rim yang bergesekan dengan brakepad ada di sebelah dalam, tepat di sisi kanan dan kiri jeruji / spoke.

Caliper Brakes.

Jenis ini merupakan yang sering kita temui pada sepeda balap atau road bike. Pada jenis rem sepeda ini, perangkat rem /caliper akan digerakkan melalui handle rem dengan perantara kabel baja. Nah berdasarkan titik tarik kabel pada caliper, rem ini dibagi lagi menjadi 2 yaitu :

Side Pull Caliper Brakes
rem sepeda
Single pivot dan dual pivot brakes. gambar : forum.cyclingnews.com

Pada varian ini, caliper akan ditarik dari samping. Jadi, pertemuan antara kabel rem dengan lengan caliper ada disisi kanan atau kiri. Saat ini, rem ini masih mayoritas digunakan pada sepeda balap / road bike.

Side pull caliper brakes ini ada 2 varian yaitu single pivot dan dual pivot. Perbedaannya terletak pada jumlah pivot calipernya. Pada tipe single pivot, kedua lengan caliper memiliki sumbu yang sama yang terletak di tengah. Sedangkan pada tipe dual pivot, masing – masing lengan caliper memiliki sumbu sendiri.

Center Pull Caliper Brakes / U brake
jenis rem sepeda
U brake, gambar : parktool.com

Sebenarnya U brake sedikit berbeda dengan center pull caliper brakes. Namun prinsip kerjanya sama. Yang membedakan, pada center pull caliper brakes, caliper memiliki 1 mounting ke frame sepeda dan 2 buah pivot untuk masing – masing lengan caliper. Sedangkan pada U brake, caliper memiliki 2 buah mounting yang sekaligus berperan sebagai pivot untuk masing – masing lengan caliper.

jenis rem sepeda
Center pull, gambar : parktool.com

Pada jenis rem sepeda ini, lengan caliper akan digerakkan / ditarik oleh kabel rem di tengah – tengah. Sedangkan pada lengan caliper kanan dan kiri akan dihubungkan oleh seutas kabel baja. Saat ini, rem jenis ini sudah jarang dipergunakan.

Cantilever Brakes

Jenis rem sepeda
Jenis rem sepeda cantilever brake, gambar : cxmagazine.com

Jenis rem sepeda ini banyak digunakan pada MTB lama sebelum era disc brake. Tipe cantilever brakes ini, memiliki 2 buah lengan kanan dan kiri. Masing – masing lengan ini dipasang terpisah pada mounting frame yang sekaligus sebagai pivot. Lengan caliper ini dihubungkan dengan seutas kabel baja dan ditari kabel rem pada titik tengahnya seperti halnya pada jenis center pull caliper brakes.

V Brakes

jenis rem sepeda
V brake, gambar : downtube.com

Sepintas jenis rem V brake mirip dengan cantilever brakes saat sebelum dipasang. Pemasangan calipernya pun sama, yaitu masing – masing lengan dipasang langsung pada mounting frame sepeda. Yang membedakan adalah, pada jenis V brake, lengan kanan dan kiri tidak dihubungkan menggunakan kabel terpisah. Pada lengan caliper terdapat sebuah tambahan yang memungkinkan kabel rem dapat menjangkau kedua lengan tanpa menggunakan kabel tambahan. Pada V brake, caliper ditarik dari samping dan jika dilihat, bentuk rem ini saat terpasang menyerupai huruf V.

Rem sepeda jenis ini saat ini masih cukup banyak beredar di pasaran. Biasanya rem ini terpasang pada sepeda gunung kelas menengah ke bawah.

Disc Brake / Rem Cakram

rem sepeda
Disc brake, gambar : sheldonbrown.com

Saat ini jenis rem sepeda ini sangat banyak kita temui di sekitar kita. Pada awalnya, rem ini hadir untuk mengatasi kelemahan dari rem dengan system rim brakes terutama untuk sepeda off road. Pada rem ini terdiri dari 2 bagian yaitu rotor / piringan / cakram dan caliper. Rotor ini berupa sebuah piringan yang terbuat dari baja. Sedangkan pada caliper berisi brake pad yang terbuat dari bahan yang lebih keras daripada karet. Biasanya bahan brakepad yang digunakan merupakan komposit atau campuran dari beberapa unsur.

Rotor akan dipasang pada hub sepeda, hal ini membuat kondisi rotor relatif aman dari kotoran. Dengan demikian pengereman bisa lebih efektif. Selain itu, dengan disc brake, maka rims menjadi lebih awet karena tidak tergerus oleh perangkat rem. Harga rotor juga relatif lebih murah jika dibandingkan dengan harga rims. Jadi, jika rotor sudah tipis karena tergerus brake pad, maka biaya untuk mengganti rotor tidak semahal mengganti rim.

Namun, disc brake juga ada sisi negatifnya. Ukuran rotor yang relatif kecil membuatnya cepat panas jika digunakan untuk braking panjang / sering. Panas pada rotor ini dapat mengurangi efektivitas kerja rem, bahkan bisa blong. Terlebih jika menggunakan rotor dengan kualitas abal – abal, kemungkinan untuk rem blong pada saat braking lama/ jauh menjadi lebih tinggi. Selain itu, untuk dapat memasang perangkat disc brakes pada sepeda, dibutuhkan frame dan hub khusus yang support untuk dipasang disc brake.

Drum Brakes / Rem Teromol

jenis rem sepeda
Rem sepeda teromol, gambar : mydutchbike.com

Rem jenis ini banyak kita temui pada sepeda – sepeda yang biasa digunakan untuk transportasi. Jika kita ingat, sepeda ‘jengky’ dan beberapa sepeda onthel banyak yang menggunakan rem jenis ini.

System kerja drum brakes ini adalah dengan memberikan gesekan pada ‘drum’ yang terdapat pada hub. Gesekan ini dilakukan dengan menggunakan perangkat brake shoes berjumlah 2 buah, masing – masing berbentuk setengah lingkaran yang terpasang dalam ‘drum’/teromol tersebut. Terdapat sebuah pengungkit pada dudukan brake shoes dimana pengungkit tersebut terhubung dengan handle rem. Saat handle rem ditarik, maka akan menggerakkan pengungkit yang membuat brake shoes merenggang dan bergesekan dengan dinding teromol. Akibat gesekan tersebut dapat mengurangi kecepatan putaran roda.

Keuntungan dari rem teromol ini adalah, karena sistemnya tertutup, maka relatif lebih tahan cuaca dan kotoran. Namun, bobotnya yang lumayan berat membuat rem jenis ini tidak dipasang pada sepeda untuk olahraga.

Coaster Brake / Rem Torpedo

sepeda fixie torpedo
Sepeda dengan rem torpedo (bike.bikegremlin.com)

Rem jenis ini juga banyak ditemui di Indonesia. Coaster brake ini banyak dipasang pada sepeda angkut dan juga onthel. Namun, booming sepeda fixie dan single speed beberapa waktu yang lalu membuat rem jenis ini juga banyak digunakan pada sepeda single speed. Biasanya yang memasangnya adalah mereka yang ingin sepeda dengan tampilan ala fixed gear namun bisa coasting dan braking tanpa harus ada handle rem pada handle bar mereka.

System kerja rem ini mirip dengan drum brakes. Namun yang membedakan adalah brake shoe pada rem torpedo akan merenggang saat pedal dikayuh ke arah belakang. Jadi, rem ini cukup praktis karena tidak perlu menarik handle rem untuk mengerem, cukup kayuh ke arah belakang maka sepeda akah mengerem.

Kelebihan rem ini antara lain praktis dan cukup pakem. Namun memang maintenancenya cukup rumit. Untuk memperbaikinya diperlukan keterampilan khusus, karena mekanisme rem, sprocket dan juga hub menjadi 1 kesatuan. Jadi emang agak sedikit ribet.

Band Brake

jenis rem sepeda
Perangkat band brakes pada sepeda, gambar : en.wikipedia.org

Jenis rem sepeda yang satu ini cukup unik. Biasanya dapat kita temui pada sepeda midi atau sepeda keranjang pada rem belakangnya.

Cara kerja rem ini mirip rem cakram. Namun piringannya berbentuk silinder dan brake padnya berbentuk seperti sabuk. Saat handle rem ditarik, maka sabuk juga akan ikut tertarik dan menjepit silinder dan memperlambat laju sepeda.

Nah, itulah beberapa jenis rem sepeda yang sering kita temui sehari – hari. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih telah berkunjung ke gowespedia.com, salam gowes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *