10 tips menaklukkan tanjakan dengan sepeda

Posted on
Menaklukkan tanjakan dengan sepeda
Menaklukkan tanjakan dengan sepeda

Tips Menaklukkan Tanjakan dengan Sepeda. Selamat berjumpa lagi teman – teman goweser sekalian di gowespedia.com. Mudah – mudahan kita semua senantiasa dikaruniai kesehatan jasmani dan rohani, bahagia, sejahtera oleh Yang Maha Kuasa.

Bicara mengenai kesehatan, kali ini Gowespedia ingin share pengalaman saya dalam olahraga sepeda. Mungkin banyak temen – temen yang suka gowes (termasuk saya, hehehe) merasa ketakutan ketika rute yang dilalui saat sepedaan berupa tanjakan.

Jangan khawatir, pada artikel kali ini Gowespedia akan berbagi 10 tips menaklukkan tanjakan dengan sepeda. Tips ini berdasarkan pengalaman pribadi saya, hehehe. Jadi mohon maaf jika ada yang tidak sesuai. Berikut ini 10 tipsnya.

1. Kenali sepeda kita

Mengenali sepeda bukan hanya berarti tau ciri – ciri dari sepeda kita. Yang dimaksud mengenali sepeda kita pada artikel 10 tips menaklukkan tanjakan dengan sepeda ini adalah mengenai penggunaannya.

Setiap sepeda memiliki karakter masing – masing. Oleh karena itu, kita harus tau bagaimana cara berkompromi dengan kelebihan dan kekurangan sepeda kita.

Di tanjakan, kita harus tau bagaimana cara memperlakukan sepeda kita. Contohnya, kita harus paham mengenai cara memindah rasio gigi sepeda kita dengen efisien. Banyak kasus goweser gagal menaklukan tanjakan hanya gara – gara pada saat memindah gigi mengalami masalah.

baca juga : Yuk kenali nama dan fungsi bagian sepeda kita

2. Kenali kekuatan kita

Tips kedua adalah, kita harus mengetahui kekuatan dengkul dan paru- paru kita. Jangan paksakan jika memang sudah tidak mampu, karena dapat mengakibatkan hal – hal yang fatal, terjatuh misalnya. Yah, kalau sudah begitu kan kita ndak jadi dapet sehatnya, hehehhe.Selain dengkul dan nafas, detak jantung juga wajib kita perhatikan. Jumlah detak jantung per menit dapat menjadi salah satu patokan untuk mengukur kekuatan kita.

Idealnya, maksimal detak jantung kita adalah 220- usia kita. Jadi jika kita berusia 20 tahun, maksimal detak jantung kita adalah 200 detak per menit (BPM). Oleh karea itu, jika saat bersepeda detak jantung kita sudah mendekati angka 180 ke atas, sebaiknya beristirahat dahulu. Jantung yang bekerja terlalu keras dapat menyebabkan resiko gagal jantung dan bisa berakibat fatal.

Oh iya, untuk mengukur jumlah detak jantung, kita dapat menggunakan Heart Rate Monitor. Saat ini perangkat ini sudah dapat dengan mudah kita dapatkan. Ada yang sudah terintegrasi dengan perangkat cylocomputer kita, banyak juga yang berbentuk jam tangan atau fitur dalam smart watch.

baca juga : Inilah Tingkatan Groupset Road Bike / Sepeda Balap Shimano

3. Kenali medan / rute

Untuk dapat menaklukkan tanjakan, kita lebih baik mengetahui medan / rute tanjakan yang kita lalui. Dengan mengetahui rutenya, kita dapat mengatur strategi agar dapat menaklukkan tanjakan tersebut.

Banyak kasus ‘gagal nanjak’ disebebkan tidak tau medan. Mereka bernafsu melibas tanjakan secepatnya, jadi pada awal tanjakan sudah mengerahkan seluruh tenaga. Padahal tanjakan masih sangat jauh, dan tenaga habis saat tanjakan belum usai.

Jadi intinya, dengan mengetahui rute yang ditempuh, kita dapat memperkirakan sesuai dengan kemampuan kita dan sepeda kita. Kita bisa mengatur kapan beristirahat, kapan menggunakan rasio gigi ringan, dan sebagainya.

4. Latihan

Yap tips penting yang mutlak dilakukan adalah latihan. Latihan ini tentunya berkaitan dengan stamina kita. Tanjakan merupakan rute yang menguras banyak stamina goweser.

Sebaik apapun sepeda yang teman – teman gunakan, sehafal apapun medan, atau sebagus apapun strategi yang diterapkan, selama kita tidak pernah latihan atau kurang latihan, pasti hasilnya tidak akan memuaskan.

Oleh karena itu kita harus giat latihan. Untuk menu latihannya, setiap orang memiliki metode yang lain – lain. Tapi kalau saya, yang pertama saya latih adalah cadence atau putaran kayuhan pedal.

Cadence ini penting untuk menjaga sepeda kita tetap berjalan walau dengan kecepatan rendah (alasannya pada poin no 5). Biasanya saya berlatih dengan menjaga putaran kayuhan sekitar 90 – 100 putaran per menit dengan rasio gear ringan. Kombinasi rasio gigi ringan dan cadence tinggi dapat menghemat tenaga yang kita gunakan.

5. Gunakan rasio gear yang tepat

Menggunakan rasio atau kombinasi gear yang tepat merupakan hal berikutnya yang wajib kita lakukan. Maksudnya ‘tepat’ disini adalah, rasio gear kita sesuaikan dengan kemampuan kita. Jangan mengikuti / mencontek rasio gear orang lain, karena jika kekuatan orang tersebut di atas kita, bisa jadi bagi kita terlalu berat dan akan menguras tenaga kita, sehingga kita kehabisan tenaga sebelum mencapai puncak.

Tips dari saya, gunakan rasio gear ringan (tapi jangan terlalu ringan), dan gunakan putaran kaki yang lebih cepat seperti yang sudah saya tulis pada poin 4. Mengapa? Pada jalan menanjak, yang dibutuhkan bukan ledakkan power sesaat (seperti pada saat sprint), namun lebih ke ketahanan. Kayuhan dengan rpm tinggi lebih dengan rasio gear ringan dapat menghemat tenaga daripada menggunakan kayuhan lambat dengan gear berat. Oleh karena itu, latihan rpm tinggi pada poin 4 sangat dibutuhkan.

6. Hemat tenaga

Pada dasarnya, dalam sepedaan, hemat tenaga sangat dibutuhkan pada tipe jalanan apapun (kecuali saat mendekati finish, biasanya akan mengeluarkan tenaga semaksimal mungkin). Oleh karena itu, strategi mengatur tenaga sangat diperlukan, jangan sampai pada saat rute belum selesai, tenaga kita sudah habis sehingga tidak dapat finish.

Jangan terpancing untuk memforsir tenaga kita pada awal tanjakkan. Hal ini banyak dilakukan oleh goweser. Mereka mengeluarkan sebagian besar tenaga pada awal tanjakan dan kehaabisan tenaga tidak lama kemudian.

Lebih baik jalan pelan – pelan terlebih dahulu, jika dirasa tenaga kita cukup untuk digeber hingga finish, silakan dilakukan. Namun bagi pemula yang belum dapat mengira – ngira tenaganya, saran saya mulai dengan perlahan dan tingkatkan secara bertahap jika memungkinkan, jika tidak, tahan jangan terpancing emosi.

Selain itu manfaatkan jika ada kesempatan untuk recovery / istirahat, istirahat disini bukan berarti berhenti, tapi mengurangi tempo. Misalnya pada sebuah tanjakan kita menemui jalan yang agak datar, nah disitu kita gunakan untuk recovery, bisa dengan meringankan rasio gear atau mengurangi rpm kayuhan.

7. Fokus

Fokus kepada kayuhan anda, jangan teralihkan oleh cewek cantik di sebelah anda ya, nanti bisa nyium jalan, hehehe. Menjaga fokus membuat tenaga kita tidak terbuang percuma. Selain itu jika kita fokus, setidaknya kita bisa mengurangi resiko kecelakaan atau menyerah di tengah jalan. Untuk mengurangi resiko pada saat terjadi kecelakaan, kita juga harus menggunakan helm sepeda.

baca juga : Mengapa kita harus pakai helm sepeda?

8. Jangan selalu melihat depan

Ini bukan kiasan ya, tapi melihat ke depan beneran. Lho kenapa? ya sebenernya ini buat menjaga mental kita saja sih, agar tidak menyerah di tengah medan peperangan untuk menjinakkan tanjakan (halah).

Jika kita selalu melihat depan, maka kita akan melihat bahwa tanjakan di depan curam lah, tanjakkan masih panjang lah, dan sebagainya.

Bukan apa – apa sih, tapi hal-hal itu bagi kebanyakan akan menimbulkan niat kita untuk menyerah dan menghilangkan semangat.

Dengan melihat ke bawah atau ban depan, kita  dapat menjaga pikiran kita dari kata – kata menyerah. Tapi, jangan melihat ke bawah terus, karena kita bergerak ke depan, jadi kita tetep harus mewaspadai apa yang ada di depan kita.

9. Sabar

Tanjakan itu menguji kesabaran kita, karena tanjakan kebanyakan harus dilalui dengan kecepatan rendah. Jika kita tidak sabar dan langsung menggeber dengan kecepatan tinggi, maka hampir dapat dipastikan kita akan kehabisan tenaga di tengah rute.

Bahkan pembalap sepeda sekaliber Chris Froome yang terkenal jagoan tanjakan pun tetap sabar saat menanjak. Dia akan menunggu lawannya kelelahan terlebih dahulu baru kemudian melesat pada saat yang tepat. Jika tidak sabar, saya rasa mustahil Froome dapat menjuarai ajang balap sepeda paling bergengsi di dunia, Tour de France.

Oleh karena itu lebih baik kita bersabar dengan kecepatan rendah tapi konstan daripada dengan kecepatan tinggi terus drop. Kalau istilah jawa-nya alon – alon waton kelakon (pelan – pelan asal terlaksana).

10. Motivasi diri

Memotivasi diri memang diperlukan dalam segala bidang. Demikian juga saat menghadapi tanjakan. Kita harus yakin bahwa kita bisa menaklukkan tanjakan.

Banyak cara yang dilakukan oleh pesepeda untuk memotivasi diri. Ada yang menjadikan temannya yang usianya lebih senior sebagai acuan. Atlit pro pun sering berteriak – teriak pada saat balapan untuk memotivasi dirinya. Salah satu yang terkenal adalah Jens Voigt, yang sering meneriaki kakinya dengan kata – kata “shut up legs….!!!”.

Itulah 10 tips menaklukkan tanjakan dengan sepeda. Semoga artikel ini bermanfaat bagi rekan – rekan goweser sekalian. Akhirnya, tiada gading yang tak retak, mohon maaf jika banyak kesalahan dari artikel ini. Karena memang artikel ini saya buat berdasarkan pengalaman saya yang masih awam dalam dunia persepedaan. Terima kasih telah berkunjung di gowespedia.com. Salam dua pedal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *